Laju Pertumbuhan Penduduk Republik Indonesia


Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2010 dipusatkan di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Peringatan tahun ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, pelaksanaan peringatan Harganas bukan tepat pada tanggal 29 Juni (kelahirannya), melainkan pada 20 Juli 2010.

Menurut informasi, pelaksanaan dan penetapan tanggal tersebut didasarkan pada kesepakatan dan kesediaan waktu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Panitia pusat dan daerah telah mempersiapkan jauh-jauh hari. Kehadiran Presiden pun dalam upacara Harganas sangat diharap-harapkan, khususnya warga masyarakat Sulteng. Namun, Presiden SBY mewakilkan kepada Wakil Presiden Boediono untuk menghadiri acara puncak Harganas tersebut.

Wakil Presiden Boediono dalam sambutannya mengatakan bahwa beberapa waktu lalu, Indonesia merupakan negara yang dianggap sangat berhasil dalam melaksanakan program keluarga berencana (KB). Banyak negara lain datang dan belajar di Indonesia, berguru pada rakyat di pedesaan, bagaimana melaksanakan program di lapangan, sehingga bisa berjalan dengan baik dan berhasil. Pada masa reformasi, pemerintah tampaknya kurang memberikan perhatian secara serius terhadap keluarga-keluarga, khususnya keluarga pasangan usia muda, sehingga pertambahan penduduk sangat mengkhawatirkan.

Wapres mengajak seluruh pejabat pemerintah dan rakyat Indonesia untuk bersama-sama membangkitkan kembali semangat gotong royong. Kita semua diajak untuk mengembalikan sukses masa lalu, manakala mampu mengendalikan jumlah penduduk dengan sangat baik. Saat itu pemerintah dan masyarakat luas mampu menekan pertumbuhan penduduk dengan hasil gemilang.

Menurut prediksi para ahli kependudukan pada tahun 1970-an, penduduk Indonesia pada tahun 2000, apabila KB gagal dalam melaksanakan programnya, akan mempunyai jumlah berkisar 280 juta jiwa. Masih menurut para ahli kependudukan, apabila KB berhasil dilaksanakan di Indonesia, maka diprediksi Indonesia memiliki jumlah penduduk berkisar 220 juta pada tahun 2000.

Namun, kita semua patut berbangga, berkat kerja keras seluruh rakyat dan pemerintah, utamanya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan KB, serta program-program pembangunan lainnya, maka dari hasil sensus penduduk tahun 2000, penduduk Indonesia hanya berjumlah 203,5 juta jiwa. Artinya, program KB pada waktu itu boleh dibilang sukses luar biasa karena dapat menekan laju pertumbuhan penduduk sehingga sekitar 70 juta calon bayi tidak jadi dilahirkan.

Tidak mengherankan, banyak pejabat dan para senior dari berbagai negara datang dan belajar kepada Indonesia. Hingga saat ini, walau belum begitu resmi keluar angka pasti jumlah penduduk Indonesia dari hasil sensus tahun ini, banyak pihak memprediksi bahwa jumlah penduduk akan melebihi angka 4-5 juta dari perkiraan. Tentu hal ini membuat kita semua merasa khawatir karena pertumbuhan penduduk ternyata lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dalam menentukan Harganas, banyak di antara kita belum mengetahui mengapa jatuh pada 29 Juni. Setelah dikeluarkannya UU No 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera, Kepala BKKBN waktu itu, Haryono Suyono, menghadap Presiden RI HM Soeharto di Bina Graha dan menyampaikan gagasan agar keluarga-keluarga Indonesia mempunyai hari tersendiri. Alasannya, pertama, mewarisi semangat kepahlawanan dan perjuangan bangsa. Kedua, tetap menghargai dan perlunya keluarga bagi kesejahteraan bangsa, Ketiga, membangun keluarga menjadi keluarga yang mampu bekerja keras dan mampu berbenah diri menuju keluarga yang sejahtera.

Dalam merancang Hari Keluarga Nasional, Kepala BKKBN mengusulkan kepada Presiden RI untuk mendorong masyarakat agar lebih bersemangat dalam membangun keluarganya. Maka, diperlukan adanya hari khusus bagi keluarga-keluarga Indonesia. Presiden memberikan kesempatan kepada Kepala BKKBN untuk mencari tanggal yang paling tepat dan dikaitkan dengan hari yang memiliki nilai historis tinggi.

Dalam diskusi antara Presiden dan Kepala BKKBN, akhirnya disepakati tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Untuk itu, Presiden Soeharto dalam kesempatan upacara Gerakan Keluarga Berancana Nasional di Sidoarjo, Jawa Timur, mengumumkan kepada seluruh rakyat Indonesia dan mencanangkan tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Dari nilai historis diketengahkan bahwa pada tanggal 22 Juni 1949, di Yogyakarta-karena Belanda menyerah-maka disepakati gencatan senjata antara Pemerintah RI yang dipimpin dan dikomandani oleh Kol Soeharto dengan tentara Belanda.

Hal itu berarti kembalinya Yogyakarta ke dalam NKRI. Enam hari kemudian, 24-29 Juni 1949, proses penarikan tentara penjajah dari bumi Yogyakarta berlangsung. Pada 29 Juni 1949 terebutlah seluruh kota kosong dari tentara Belanda. Saat itulah tentara RI yang semula bergerilya siap masuk Kota Yogyakarta dan para pejuang kembali kepada keluarga masing-masing.

Mereka yang selama berjuang dan bergerilya berada di gunung-gunung pada tanggal itu kembali ke keluarga masing-masing. Karena itu, momen itu dijadikan peristiwa penting kembalinya para pejuang kepada keluarga.

Pada tahun 1957 dibentuk Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Perkumpulan ini dibentuk untuk berfokus pada penurunan angka kematian ibu hamil dan melahirkan, yang pada waktu itu mencapai tingkat 800 per 100.000. Kematian yang begitu tinggi disebabkan, antara lain, terbatasnya dokter dan tenaga medis, minimnya peralatan kesehatan, pertolongan dilakukan melalui dukun, banyaknya penduduk yang kawin dan melahirkan pada usia muda. Itulah sebabnya, pertumbuhan penduduk sulit dikendalikan dan angka kematian ibu hamil dan melahirkan sangat tinggi.

Mudah-mudahan Harganas ke-17 tahun ini dapat dijadikan momentum penting bagi keluarga-keluarga Indonesia, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang andal dan mampu memberdayakan diri dan lingkungannya. ***

Penulis adalah dosen Program Pascasarjana Universitas Satyagama, Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: